Rabu, 24 Juni 2015

Chicken Schnitzel



Sulit untuk mendeskripsikan secara tepat apa itu Schnitzel. Dalam pengertian bahasa Inggris, schnitzel berarti potongan tipis daging tanpa tulang yang dilumuri tepung lalu kemudian digoreng. Daging yang digunakan bisa bermacam-macam, namun yang paling sering digunakan adalah chicken, beef, mutton, atau pork.
Di Negara yang mayoritas penduduknya muslim seperti  Indonesia, menu Schnitzel biasanya terbuat dari daging sapi atau ayam. Tidak sulit menemukan beef schnitzel atau chicken schnitzel di restoran ala barat. Secara umum tampilan schnitzel hampir menyerupai steak. Terkadang bahkan orang tidak bisa membedakan schnitzel dan escalope, makanan khas Perancis.
Baiklah saya akan mulai memfokuskan topik ulasan ini menjadi chicken schnitzel. Di Semarang sendiri, cukup mudah menemukan menu chicken schnitzel di beberapa café yang menawarkan hidangan ala barat. Salah satunya adalah di Giggle Box Café and Resto. Karena saya sudah pernah mengulas tentang “konsep café”nya secara keseluruhan, maka kali ini tidak akan saya jelaskan.
Cara menyajikan chicken schnitzel berbeda-beda. Di Giggle Box, chicken schnitzel dihidangkan dengan potongan kentang goreng lengkap dengan saladnya. Sausnya agak kental dan disajikan terpisah, sehingga bisa dituangkan sesuai selera. Tidak ada tambahan saus sambal ataupun saus tomat. Balutan daging ayamnya digoreng kering dan crispy.


Vihara Buddhagaya Watugong

Kota Semarang memiliki banyak objek wisata religi yang menarik untuk dikunjungi. Ada Masjid Agung Jawa Tengah, Gereja Blenduk di Kota Lama, Sam Poo Kong, dan Vihara Buddhagaya Watugong. Baru-baru ini saya mengunjungi Vihara Buddhagaya Watugong. Setelah sekian lama ingin mengunjungi tempat ini, akhirnya datang juga kesempatan ini. Rasa penasaran saya seketika terbayar sudah.

Vihara Buddhagaya Watugong adalah sebuah vihara yang diresmikan pada tahun 2006 silam dan dinyatakan MURI sebagai pagoda tertinggi di Indonesia. Terletak di daerah perbukitan di Semarang Selatan, vihara ini dapat ditempuh sekitar 45 menit perjalanan dari pusat kota Semarang. Lokasinya berada persis di tepi jalan arah Solo/Yogya. Dari jalan raya kita bisa melihat bangunan pagoda yang tinggi menjulang. 


Berdiri di area yang luas, vihara ini memiliki banyak bangunan di dalam kompleksnya. Ada lima bangunan utama disini. Salah satu ikon yang paling terkenal di vihara ini adalah Pagoda Avalokitesvara (Metta Karuna), dimana didalamnya terdapat Buddha Rupang yang besar. Pagoda Avalokitesvara merupakan bangunan tertinggi di kompleks vihara. Tingginya mencapai 45 meter dengan 7 tingkat. 7 tingkat tersebut memiliki makna bahwa seorang pertapa akan mencapai kesucian dalam tingkat ketujuh. Saking tingginya, pagoda ini menjadi mencolok diantara bangunan yang lainnya. 

Selain Pagoda Avalokitesvara, bangunan lain yang juga terkenal adalah Vihara Dhammasala. Saat masuk kedalam vihara, anda akan melihat patung Buddha berukuran raksasa yang sedang duduk (seperti bertapa). Disekitarnya terdapat dupa dan sesaji untuk keperluan ibadah atau ritual. Pada bagian tembok pagar di sekeliling Dhammasala terdapat relief Paticca Samupada, yang bercerita tentang pengajaran proses hidup manusia mulai dari lahir hingga meninggal.

Di kompleks vihara juga terdapat cotage untuk para tamu menginap. Kompleks vihara yang masih asri serta ditambah dengan keindahan arsitektur Tiongkok menjadikan tempat ini cukup nyaman untuk beribadah ataupun sekedar mampir berkunjung.

Vihara Buddhagaya Watugong ini buka setiap hari mulai pukul 07.00 hingga 21.00 WIB. Pihak pengelola vihara tidak mematok harga tiket masuk. Pengunjung hanya diminta untuk menuliskan namanya di buku tamu dan memberikan sumbangan seikhlasnya. Karena ini adalah tempat ibadah yang masih digunakan, pastikan anda mengenakan pakaian yang rapi dan sopan ya!

Shibuya Japanese Express



Saat sekilas mendengar namanya, kita mungkin berpikir bahwa Shibuya Japanese Express adalah nama sebuah kereta di Jepang. Memang identik dengan kereta, namun ternyata itu adalah nama sebuah Restoran Jepang.  

Sesuai dengan namanya, restoran ini bertemakan kereta. Tak hanya logonya saja, namun interior di dalam restoran juga didesain mirip seperti kereta. Dindingnya dari tembaga/aluminium dengan jaring kawat, seperti gerbong kereta dengan jendelanya. Ada juga jam dinding berukuran besar ditengahnya, persis seperti yang sering kita lihat di stasiun kereta.  Makan di Shibuya membuat kita serasa sedang makan di dalam gerbong kereta.
Shibuya berada di dalam Mall Ciputra (Citraland) Semarang. Memiliki citarasa original khas Shibuya, restoran ini menawarkan menu makanan yang lumayan lengkap. Sushi, Ramen, Bento, dan Katsudon. Restoran ini memiliki promo buy 1 get 1 khusus untuk menu ramen (syarat dan ketentuan berlaku), setiap hari Senin-Jumat mulai pukul 14.00-17.00 WIB.
Menurut saya harga makanan di Shibuya standar untuk restoran jepang. Mulai dari harga Rp. 15.000, anda sudah bisa menikmati seporsi sushi (isi 5). Jika anda ingin menyantap sushi dengan bermacam topping, anda bisa memesan sushi platter dengan harga mulai Rp 25.000. Untuk menu bento dan lainnya anda harus merogoh kocek sekitar Rp. 20.000 – Rp. 30.000.

Alamat        : Mall Ciputra Semarang (1st Floor East Extension)
No Telp       : (024) 8441361
Open Hour : 10.00 – 21.00 WIB

Soul Kitchen (SoKi)



Setelah sebelumnya pernah membahas tentang Grand Edge, kali ini saya akan membahas tentang Soul Kitchen, foodcourt  yang mengisi lantai 2 Grand Edge. Soul Kitchen (SoKi) adalah sebuah foorcourt dengan beragam jenis kuliner. Mulai dari kuliner tradisional Indonesia, Asia, juga ala Barat. Sekitar lebih dari 18 tenant yang sudah memiliki nama ikut mengisi tempat ini.
Untuk menuju ke Soul Kitchen di lantai 2, kita bisa menggunakan eskalator dari  pintu masuk Grand Edge atau menggunakan lift dari parkiran basement. Setelah sampai di tempat ini, kita akan disuguhkan oleh suasana yang cozy dan elegan. Santai namun berkelas. Meja dan tempat duduknya bisa dikatakan terkategorisasi dengan baik. Ada meja untuk berdua, berempat, bahkan ada meja kayu panjang yang bisa untuk beramai-ramai. Muat untuk 10 orang bahkan lebih.
Jika anda mengunjungi Soul Kitchen, saya menyarankan agar anda duduk di kursi yang bersebelahan langsung dengan kaca jendela, terlebih pada malam hari. Dari kaca anda bisa melihat lampu-lampu penerangan jalan yang temaram, kendaraan yang berlalu lalang dijalanan, dan tentu saja pemandangan alam yang indah, langit malam.
Harga makanan dan minuman di tempat ini relative. Ada yang murah, standar, dan ada juga yang mahal, tergantung pada pilihan kita. Tertarik?

Alamat : Jl. Sultan Agung no 96 Semarang (Grand Edge, 2nd floor)

Wisata Goa Kreo Semarang

Goa Kreo merupakan sebuah goa yang dipercaya sebagai petilasan Sunan Kalijaga saat mencari kayu jati untuk membangun Masjid Agung Demak. Ketika itu menurut legenda, Sunan Kalijaga bertemu dengan sekawanan kera yang kemudian disuruh untuk menjaga kayu jati tersebut. Kata "Kreo" berasal dari kata "Mangreho" yang berarti peliharalah atau jagalah. Kata inilah yang kemudian menjadikan goa ini disebut goa Kreo, dan sejak saat itu kawanan kera yang menghuni kawasan ini dianggap sebagai penunggu.

Saat memberi makan seekor kera

Goa Kreo berada di Dukuh Talun Kacang, Desa Kandri, Kecamatan Gunungpati, Semarang. Di dalam kawasan goa dihuni ratusan ekor kera yang dibiarkan bebas. Kera yang ada di Goa Kreo ini adalah jenis kera ekor panjang (macaca fascicularis). Kera-kera tersebut tergolong jinak dan bisa bergaul dengan pengunjung dan warga sekitar Goa Kreo.

goa Kreo menyuguhkan keindahan goa yang masih alami. Hal inilah yang menjadi daya tarik wisatawan untuk berkunjung kesini. Di bagian bawah goa juga sedang dibangun waduk Jatibarang yang masih dalam tahap penyelesaian hingga saat ini. 

Tertarik untuk berinteraksi dengan kera? Dari jalan raya arah Gunungpati, anda bisa turun ke lokasi wisata Goa Kreo. Anda bisa menggunakan kendaraan umum (angkutan atau ojek) atau kendaraan pribadi.

Manakah Yang Benar ? Makan Buah Sebelum atau Sesudah Makan Nasi ?


Mengkonsumsi buah-buahan memang baik untuk kesehatan tubuh kita, terlebih jika kita mengkonsumsinya setiap hari. Memang benar bahwa mengkonsumsi buah setiap hari dapat membuat tubuh kita sehat, namun masih banyak yang belum memahami kapan waktu yang tepat untuk makan buah-buahan.

Sebagian besar orang mengkonsumsi buah-buahan setelah makan besar (nasi), alasannya tak lain sebagai pencuci mulut. Tapi tahukah anda bahwa mengkonsumsi buah setelah makan besar ternyata adalah sebuah kesalahan besar?

Mengkonsumsi buah setelah makan besar justru dapat menyebabkan gangguan pencernaan. Kita disarankan untuk makan buah sekitar 20 - 30 menit sebelum makan nasi. Dokter juga menganjurkan hal ini. Kenapa? Sebab buah-buahan mengandung gula, sehingga butuh waktu lama untuk mencernanya. Jika kita tidak memberikan jeda antara makan buah dengan makan besar, maka akan membutuhkan waktu yang lebih lama lagi untuk dicerna.

Ada juga sumber yang menyebutkan jika buah-buahan dikonsumsi setelah makan nasi, maka di dalam perut buah akan dibusukkan bersama dengan nasi sehingga nutrisi yang terkandung dalam buah akan terbuang pecuma. Padahal justru itu yang sangat dibutuhkan oleh tubuh kita.

Oleh karena itu, ubahlah kebiasaan anda dalam mengkonsumsi buah-buahan. Pastikan anda mengkonsumsi buah-buahan SEBELUM makan nasi, karena akan menguntungkan tubuh anda dalam jangka panjang. Semoga Bermanfaat :)

Pantai Baron Yogyakarta



Mengulas tentang eksotisme pantai di Yogyakarta seakan tak pernah ada habisnya. Salah satu dari sekian banyak pantai yang akan saya bahas kali ini adalah Pantai Baron. Pantai Baron adalah salah satu pantai yang terletak di Kab. Gunungkidul, surganya pantai di Yogyakarta. Lokasinya sangat jauh dari pusat kota, sekitar 40 km. Walaupun begitu banyak wisatawan domestik maupun mancanegara yang rela menempuh perjalanan 2-3 jam lamanya untuk mencapai kesini.
Konon nama Asal mula nama Pantai Baron berasal dari nama seorang bangsawan asal Belanda yang bernama Baron Skeber. Bangsawan tersebut pernah mendaratkan kapalnya di pantai selatan Yogyakarta ini. Oleh penduduk setempat namanya diabadikan dan kemudian pantai tersebut terkenal dengan sebutan Pantai Baron sampai saat ini.
Pantai Baron merupakan pantai yang membentuk cekungan. Terdapat bukit-bukit kecil yang seolah “mengepung” pantai. Dari atas bukit pemandangan pantai terlihat lebih indah. Karena letaknya di Pantai Selatan, ombak di pantai ini cukup besar. Walaupun begitu pengunjung tetap diperbolehkan untuk berenang, asal masih dalam batas aman dan harus mendapat pengawasan yang ketat.
Seperti layaknya di pantai lain, di sekitar Pantai Baron tersedia berbagai macam hasil tangkapan laut seperti kakap, bawal, tongkol, juga udang windu. Disekitar pantai juga tersedia warung-warung makan yang menjual aneka olahan ikan segar. Selain itu anda juga bisa membeli cinderamata yang terbuat dari kerang laut, seperti bros, lampu hias, cermin hias, bingkai foto, dan tirai kerang.
Keunikan Pantai Baron adalah adanya sunga bawah tanah yang mengalir cukup deras ke arah lautan. Sungai bawah tanah tersebut mengalir ke arah laut dan membentuk muara yang mempertemukan air tawar dari sungai dengan air asin dari laut. Di pinggiran pantai anda juga bisa melihat kapal-kapal nelayan yang menepi.
Pemandangan Pantai Baron yang terlihat dari atas bukit