Selasa, 03 Maret 2015

NOERI’S CAFÉ : TEMPAT GAUL DI TENGAH PENINGGALAN SEJARAH

Siapa tak kenal kota lama? Salah satu kawasan wisata di Kota Semarang yang sudah cukup familiar di telinga anda bukan? Sebuah kawasan dengan puluhan bangunan kuno berarsitektur Belanda. Desainnya yang unik serta beberapa bangunannya yang masih kokoh menjadikan kota lama ini sebagai kawasan “aktif”. Hal ini ditandai oleh masih banyaknya bangunan yang masih berfungsi, seperti kantor pemerintah, tempat ibadah, pabrik, restoran / café, bahkan rumah-rumah penduduk.
Jika menyusuri lebih jauh kedalamnya, anda akan menemukan sebuah café kecil yang memang tidak terlihat dari pinggir jalan. Cukup dengan berjalan kaki dari Gereja Blenduk (GBIP) ke arah utara, kurang lebih 100 meter dan anda akan melihat papan yang bertuliskan “Noeri’s Café. Ya, café ini sengaja diberi nama “Noeri” karena memang letaknya berada di jalan Nuri. Pemiliknya adalah Bapak Handoko, kolektor barang antik yang sudah terkenal di Semarang, bahkan di Indonesia.
Noeri’s café yang baru diresmikan pada bulan Mei tahun 2013 lalu memiliki konsep display barang antik. Saat pertama kali kesini, saya tidak mengira bahwa itu adalah sebuah café, karena memang tampak luar café ini biasa saja, seperti rumah pada umumnya. Tetapi saat saya membuka pintu, saya tidak bisa berhenti berdecak kagum. Berada di dalamnya membuat pengunjung seakan dibawa kembali ke masa lalu di era 60-70’an. Anda akan disuguhkan oleh desain interior yang serba “jadoel”. Kursi dan meja kayu kuno, puluhan koleksi radio dan televisi antik, piringan hitam, serta  pernak-pernik lainnya khas tempo dulu. Tidak hanya itu, musik yang diputar di café ini juga musik-musik yang berirama lembut seperti klasik dan blues. Anda dapat merasakan sensasi menjadi bangsawan Eropa. FYI, saya sangat tertarik dengan slogan yang dimiliki oleh Noeri’s Café, yaitu “A Place Where The Times Stop”. So cool, so vintage, pokoknya keren aja didengernya.
Desain interior unik dan tempatnya nyaman, bagaimana dengan makanan dan minumannya? Noeri’s café menawarkan makanan dan jajanan khas Indonesia, seperti Sop Buntut, lumpia, dan lain-lain. Untuk minumannya tersedia berbagai macam kopi, cokelat, serta aneka jus. Harganya? Menurut saya harga makanan dan minuman yang ditawarkan memang agak sedikit mahal, namun sesuai dengan rasa dan feel yang saya dapatkan. Kisaran harga untuk minumannya antara belasan ribu sampai dua puluh ribuan. Untuk harga makanannya antara tiga puluh ribuan sampai enam puluh ribuan.
Dengan didirikannya café ini, diharapkan anak-anak muda bias lebih mencintai budayanya sendiri dan ikut mengenalkan kota lama kepada masyarakat diluar Kota Semarang. Setidaknya mengajak anak-anak muda untuk bergerak bersama, menghidupkan kembali kota lama agar tetap eksis dan tidak ditinggalkan oleh generasi muda.
So, ngapain nge-mall? Berkunjung dan ikut melestarikan peninggalan sejarah juga tidak kalah menarik kan?

Alamat   : Jalan Nuri no. 6 Kota Lama - Semarang
Telepon :  (024) 3514419
Email     :  noeriscafe@gmail.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar